Ukuran Denyut Jantung Yang Sehat
Jantung merupakan salah satu organ vital bagi manusia dimana jantung memiliki fungsi sebagai pendorong "transportasi" dalam tubuh yaitu darah. Jantung harus kita jaga dengan baik. Yaitu dengan tidak terlalu banyak memakan makanan berminyak yang diketahui memiliki kolesterol jahat atau LDL yang dapat mempersulit kinerja jantung kita.
Namun kehidupan seperti kota-kota besar sudah sangat sulit menghindarinmakanan berlemak dan berminyak. Padahal makanan-makanan seperti inilah yang menjadi musuh tubuh apabila di konsumsi terlalu sering dan tidak ada kontrol. Selain makanan bwrlemak kondisi kerja jantung di perparah dengan jarangnya berolahraga secara teratur karena alasan kesibukan sehingga taka ada waktu untuk berolahraga.
Untuk itu sekarang saya akan membahas bagaimana ukuran detak jantung sehat sebenarnya agar ini dapat menjadi referensi kita melihat sajauh mana keadaan tubuh kita khususnya jantung saat ini.
Denyut jantung biasanya mengacu pada satuan waktu, sesuai kebutuhan detak jantung pada satuan waktu hal ini biasa disebut dengan bpm ( beats per minute).
Denyut jantung seseorang akan bervariasi sesuai kebutuhan oksigen pada suatu waktu dan keadaan tertentu. Contohnya pada saat berolahraga tentu denyut jantung akan berdetak dengan cepat dan pada saat rileks atau sedang bersantai denyut jantung akan melambat.
Mengukur denyut jantung merupakan cara untuk mengukur secara umum tingkat kesehatan dan kebugaran seseorang. Dengan mengukur kecepatan denyut jantung atau denyut nadi maka akan di ketahui seperti apa kondisi tubuh seseorang.
Jika mengukur pada orang dewasa yang sehat, denyut jantung normal pada saat istirahat adalah kisaran 60-100 beats per minute (bpm). Namun tidak menutup kemungkinan akan lebih rendah dari itu. Jika memang ditemukan denyut jantung yang lebih rendah daripada 60 bpm maka dapat di katakan secara umum kerja jantingnya lebih baik dan kerja kardiovaskulernya lebih bugar.
Menurut seorang physical medicine and rehabilitation spesialist Edward .R. Lawkowski jumlah denyut jantung seseorang dapat dipengaruhi oleh tingkat aktivitasnya, tingkat kebugaran, suhu udara, tingkat emosi, obat apa yang sedang dia konsumsi, posisi badan sedang berdiri atau duduk, serta ukuran tubuh seseorang.
Sebenarnya kita dapat mengukur denyut jantung sendiri tanpa harus menggunakan alat bantu stetoskop. Dalam keadaan istirahat cukup memegang pergelangan ataupun tiga jari disisi leher lalu rasakan denyut jantungnya. Tinggal kita menghitungnya secara manual menggunakan stopwatch selama 60 detik untuk mendapatkan ukuran beats per minute nya.
Pada dasarnya ukuran denyut jantung yang terlalu rendah ataupun terlalu tinggi adalah indikasi adanya gangguan dalam sistem kardiovaskuler. Untuk itu penting untuk melakukan konsultasi dokter apabila ditemukan kondisi seperti ini. Yaitu kondisi dimana denyut jantung konstan berada di bawah 60 atau konstan berada diatas 100. Terutama bila di ikuti oleh gejala-gejala lainnya seperti mual, muntah, pusing, dan sebagainya.
Denyut jantung juga di pengaruhi oleh usia dan aktivitasnya. Pada saat beraktivitas fisik seperti berolahraga. Memang saat berolahraga keadaan jantung akan bekerja lebih cepat karena tubuh membutuhkan oksigen dan energi lebih. Maka jumlah denyut jantung akan meningkat. Namun jika jumlah bpm nya lebih dari denyut maksimal yang normal maka ini juga merupakan bahaya bagi tubuh.
Mengetahui Denyut Jantung Maksimal
Untuk itu perhatikan juga cara mengetahui jumlah denyut jantung maksimal seseorang.
Yaitu dengan cara mengurang angka 220 dengan usia sekarang. Jika usianya 30 tahun maka jumlah denyut jantung maksimalnya adalah 190.
Dengan mengetahui cara sederhana ini maka kita di harapkan dapat secara rutin mengecek diri kita sendiri dan rajin mengevaluasi asupan makanan, kegiatan sehari-hari agar kita dapat terhindar dari penyakit jantung yang akan sangat membahayakan bagi kita.

